13 Sep 2011

Iwan Fals

Tidak ada komentar:

Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia. Lewat lagu-lagunya, Iwan menggambarkan suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti lagu Wakil Rakyat dan Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya lagu Siang Seberang Istana dan Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti lagu Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya.

Lewat lagu-lagunya, ia memotret kehidupan dan sosial-budaya di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.

Gusdur

KH. Abdurrahman Wahid atau dikenal sebagai Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940. Gus Dur adalah putra pertama dari enam bersaudara dari keluarga yang sangat terhormat dalam komunitas Muslim Jawa Timur. Kakek dari ayahnya adalah K.H. Hasyim Asyari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), sementara kakek dari pihak ibu, K.H. Bisri Syansuri, adalah pengajar pesantren pertama yang mengajarkan kelas pada perempuan. Ayah Gus Dur, K.H. Wahid Hasyim, terlibat dalam Gerakan Nasionalis dan menjadi Menteri Agama tahun 1949. Ibunya, Ny. Hj. Sholehah, adalah putri pendiri Pondok Pesantren Denanyar Jombang. Selain Gus Dur, adiknya Gus Dur juga merupakan sosok tokoh nasional.

Berdasarkan silsilah keluarga, Gus Dur mengaku memiliki darah Tionghoa yakni dari keturunan Tan Kim Han yang menikah dengan Tan A Lok, saudara kandung Raden Patah (Tan Eng Hwa), pendiri Kesultanan Demak. Tan A Lok dan Tan Eng Hwa merupakan anak dari Putri Campa, putri Tiongkok yang merupakan selir Raden Brawijaya V.

11 Agu 2011

Indahnya Ramadhan dan Idul Fitri

Tidak ada komentar:
Judul: Indahnya Ramadhan dan Idul Fitri
Penulis: Tim Divaro
Editor: Andriansyah, Adhika Prasetya
Penerbit: Erlangga, 2011
Halaman: 36

Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang paling dinantikan oleh seluruh umat muslim di dunia. Pada bulan tersebut, Allah SWT menjanjikan rahmat, ampunan, dan dijauhkan dari siksaan api neraka bagi siapa saja yang berpuasa sebulan penuh dan hanya mengharapkan ridha-Nya. Bulan suci Ramadhan juga merupakan bulan ibadah lho! Setiap ibadah akan dibalas pahala berlipat ganda.

Karena itulah, Dhiya dan Sofia amat senang begitu mendengar bulan suci Ramadhan akan tiba. Mereka sudah tidak sabar ingin berpuasa dan melakukan ibadah-ibadah lain seperti shalat Tarawih, tadarus, dan sebagainya. Ibadah membayar zakat fitrah juga dilakukan pada bulan suci Ramadhan lho! Bagaimana kelanjutan kisah Dhiya dan Sofia? Pastikan kamu mengetahuinya di dalam buku ini.