Tampilkan postingan dengan label ibnu taymiah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibnu taymiah. Tampilkan semua postingan

9 Mei 2012

Menimbang Mantik: Antara Al Ghazali dan Ibn Taymiah

Tidak ada komentar:
Oleh: Umar M. Noor

Abstract:
Mantiq or Logics became polemic in history of Islamic intellectual. Two prominent figures in Mantiq debate were al-Ghazaly and ibn-Taymiya: the first as defender of Mantiq, while the second was trying to reject it. Both are have reasonable arguments. This article tries to describe briefly the debate history. Al-Ghazaly argues that Mantiq is to authorize ones knowledge; no knowledge without Mantiq. Meanwhile, ibn Taymiya argues that syllogisms gave nothing but confusing and difficulties.

Keywords: Mantiq, history of Mantiq, kind of Mantiq, jauhar, tashawwur, tashdiq, had, ta’rif, musallamah, nazhariah, syllogism, burhan, khithabi, jadali, syi’ri, sufusthah, critic on Mantiq.


Menuju keharusan ijtihad guna mengiringi gerak zaman memaksa kita untuk mengkaji semua perangkat yang mendukung sahnya sebuah ijtihad. Sebab ijtihad, yang disebut ahli ushul sebagai pengerahan segenap upaya (bazlul majhud) untuk menyimpulkan hukum syara’ dari sumber-sumber aslinya, bukan perkara mudah. Paling tidak, upaya ini memaksa kita untuk mengkaji ulang furu’ dan ushul fiqih kita, bahkan pola pikir yang mendasari produk pemikiran ini. Salah satunya adalah pembahasan tentang mantik sebagai aturan-aturan berpikir yang, diakui atau tidak, berpengaruh sangat besar dalam proses penyimpulan hukum. Berikut ini diskusi antar generasi yang terpisahkan jarak ratusan tahun, dengan Al Ghazali dan Ibn Taymiah sebagai aktor pelakunya.