![]() |
| Ilustrasi: laritelanjang.net |
Sore ini aku pulang seperti biasa, tak ada tanda-tanda bahwa akan ada yang aneh. Hanya saja langit yang muram tak henti-hentinya menabuh gemuruh dan hanya saja awan hitam yang sudah mondar-mandir kesal menunggu aba-aba dari cakrawala.
Di perjalanan aku hanya bisa membayangkan bisa cepat sampai rumah, mandi, makan malam dengan menu yang tak terduga, nonton super family di antv, makan gorengan mas Iyan atau bakso mas Yanto, main catur di laptop, membaca cerpen eksistensialismenya Iwan Simatupang, cerpen budayanya Putu Fajar Arcana, atau membaca karya Jenar Maesa Ayu yang kata-kata vulgarnya maur kemana-mana, membaca puisi-puisi Sitor Situmorang dan sajak sihir Sutardji Calzoum Bachri, dan seabreg keinginan yang mengantri ingin dikerjakan.



