24 Nov 2010

Tentang Kemarin yang Ditulis Hari ini

Tidak ada komentar:
Ilustrasi: laritelanjang.net
Entah apa rasanya jika setiap kebaikan yang kita lakukan dianggap sebagai bukan kebaikan, dan entah apa rasanya jika niat baik kita selalu dibenturkan dengan pertanyaan: “Niat baik Anda untuk siapa?”

Sore ini aku pulang seperti biasa, tak ada tanda-tanda bahwa akan ada yang aneh. Hanya saja langit yang muram tak henti-hentinya menabuh gemuruh dan hanya saja awan hitam yang sudah mondar-mandir kesal menunggu aba-aba dari cakrawala.

Di perjalanan aku hanya bisa membayangkan bisa cepat sampai rumah, mandi, makan malam dengan menu yang tak terduga, nonton super family di antv, makan gorengan mas Iyan atau bakso mas Yanto, main catur di laptop, membaca cerpen eksistensialismenya Iwan Simatupang, cerpen budayanya Putu Fajar Arcana, atau membaca karya Jenar Maesa Ayu yang kata-kata vulgarnya maur kemana-mana, membaca puisi-puisi Sitor Situmorang dan sajak sihir Sutardji Calzoum Bachri, dan seabreg keinginan yang mengantri ingin dikerjakan.

23 Nov 2010

Merajut Cinta dengan Syariat Agama

Tidak ada komentar:
Judul: Fiqih Cinta KasihRahasia Kebahagiaan Rumah Tangga
Judul Asli: Akhlak Al-Usrah Al-Muslimah Buhuts wa Fatawa
Penulis: Dr. M. Sayyid Ahmad Al-Musayyar
Penerjemah: Habiburrahim, Lc (Kuwais)
Editor: Achmad Ta’yudin, Fathurrahman Yahya
Penerbit: Erlangga, 2008
Volume: xxii+335

Sering orang berkata bahwa membina rumah tangga bukanlah persoalan yang mudah. Terkadang rumah tangga yang diharapkan dapat menciptakan kebahagiaan justru berbalik malah menciptakan malapetaka. Kenyataan ini bukanlah hisapan jempol belaka, karena banyak sekali dapat kita jumpai hancurnya satu keluarga yang diakibatkan oleh satu dan banyak sebab. Sehingga banyak orang yang beranggapan bahwa hidup sendiri lebih baik atau menjalin hubungan tidaklah perlu ikatan (pernikahan) supaya terbebas dari jeratan komitmen,  Dll.

Tasawuf Mendamaikan Dunia

Tidak ada komentar:
Judul: Tasawuf Mendamaikan Dunia
Penulis: Media Zainul Bahri, MA
Editor: Khairi Rumantati, Sayed Mahdi
Penerbit: Erlangga, 2010
Halaman: xxxix+307


Dalam paradigma kekinian, seringkali orang ketika berhadapan dengan persoalan agama—misalnya perintah dan larangan Allah SWT yang kemudian menjelma menjadi amalan ibadah—cenderung menafsirkannya dengan penafsiran yang praktis, tunggal, dan sering kali mengabaikan sisi esensi dari persoalan tersebut, hasilnya  dalam memahami Islam seseorang selalu akan terjebak pada fomalisme beragama yang kerap berujung kepada pemahaman artifisial yang kemudian diejawantahkan dengan sebuah ibadah atau ritual rutinitas yang hampa.

Pencerahan Spiritualitas

Tidak ada komentar:
Judul: Ramadhan dan Pencerahan Spiritual
Penulis: Muhammad Iqbal
Editor: Setya Bhawono, Singgih Agung
Penerbit: Erlangga, 2007
Halaman: xi+126


Bulan Ramadan selalu menjadi bulan yang paling di tunggu-tunggu. Pada bulan ini umat Islam seakan mendapatkan semangat baru untuk beribadah secara lebih intensif dan berlomba-lomba mendapatkan segala kemurahan, pahala yang berlipat ganda, dan pengampunan dari Allah. 

Keutamaan dan esensi puasa seseorang tidak terletak pada lapar dan dahaganya, tetapi pada dua hal, yaitu keimanan dan perhitungan. Keutamaan puasa juga terletak pada sejauh mana ia mampu menghadirkan Allah. Ibadah puasa merupakan proses penyucian hati dan penajaman jiwa.